DENIAS 'senandung di atas awan'

hai..
apakah anda pernah mendengar atau menonton film Ini?
Tentu saja pernah,karena film ini sangat populer dan mendapat respon positif dari masyarakat.
Film Besutan John De Rantau ini banyak menyabet penghargaan film di Indonesia.Pemainnya juga banyak mendapat pengahargaan.Film ini di produksi oleh ALENIA PICTURES.
Film Besutan John De Rantau ini juga menampilkan berbagai sisi budaya,perjalanan hidup seorang anak papua,dari mulai pemakaian koteka,upacara duka mandi lumpur hingga potong jari.Film ini juga cukup memotivasi saya untuk mengejar impian yang saya inginkan.heheh

Cerita ini berasal dari kisah nyata....
Dunia Denias sendiri pada awalnya di gambarkan tak beda jauh dengan anak seumurnya,dunia denias hanya bermain,sekolah,dan membantu ayahnya di ladang.Semua sama,kecuali kepekaan dan kekuatan hati yang membuat Denias berbeda dari anak yang lain.Denias tak bisa melupakan nasehat orang tuanya seputar betapa pentingnya pendidikan,betapa luas dunia yang bisa dimasukinya dengan bersekolah yang bisa membuat dirinya menjadi lebih pintar.
Demi mengenyam pendidikan,Denias rela berjalan kaki seorang diri selama 10 hari melewati gunung,ngarai,dan sungai.Sayang,setibanya di sekolah yang dituju,denias belum bisa langsung masuk kesekolah itu.
Namun karena kesungguhan hati Denias,seorang gurupun terketuk hatinya.Dengan kebaikan hati seorang guru,denias dapat merasakan sekolah.Betapa bahagianya Denias bisa sekolah.walaupun hanya bersekolah d sebuah gubuk yang dibuat menyerupai sekolah.
Denias masih belum puas hanya dengan bersekolah di sebuah gubuk dan hanya mempunyai satu orang guru.Denias seorang anak yang pintar,dia tidak puas dengan hanya belajar d sekolah seperti itu.Denias ingin bersekolah di sekolah formal yang memakai seragam.
Sayang hidup tak semulus lekukan pelangi yang indah di kaki gunung Jayawijaya.Momentum hidup Denias seakan berhenti saat rentetan peristiwa duka menerpanya.Mama Denias yang selama ini menjadi penyemangat hidupnya telah tiada karena peristiwa kebakaran yang menghanguskan honai keluarga mereka.Kepergian mama Denias disusul oleh Pulangnya Pak guru ke tanah Jawa karena istrinya sakit.Padahal pak gurulah yang menyediakannya kesempatan untuk belajar sekaligus selalu menantang Denias untuk mengerjakan soal yang lebih sulit.Pak guru juga yang membuka mata Denias bahwa anak dari pedalaman papua juga bisa maju dan juga pintar.
Sampai pada saat Denias,tidak diperbolehkan sekolah oleh ayahnya sepeninggal mamanya,karena menurut ayahnya bahawa anak laki-laki harus membantu ayahnya di ladang.
Tetapi Kemauan Denias untuk bersekolah sangat kuat.
Maleo sahabat Denias yang seorang prajurit yang ditugaskan di pedalaman papua.Membuat sekolah darurat untuk teman-temannya denias dirumahnya sendiri.Dan memberikan mereka seragam sekolah.Denias sangat senang,sampai akhirnya Denias menerima kenyataan bahwa Sahabatnya Maleo itu sudah menyelesaikan tugasnya,dan harus meninggalkannya.
Karena dia sangat ingin Mengenyam Bangku sekolah yang sebenarnya dia pun kabur dari Honai keluarganya.Dan berjalan menyusuri hutan,sungai,utuk menuju ke kota.Setelah berjalan berhari-hari,akhirnya Denias sampai di sebuah sekolah,dia ingin sekali masuk ke sekolah itu.Tetapi masih tetap tidak bisa,Denias pun Bertemu dengan Ibu Gembala,yang berbaik hati membantu denias agar bisa masuk ke sekolah itu.Dan Denias pun siap Untuk Di tes masuk sekolah itu,Dia pun berhasil masuk ke sekolah itu,karena dia bisa menjawab semua soal tes itu dengan benar. Denias bahagia sekali,akhirnya yang dia cita-citakan bisa tercapai.Dan sampai sekarangpun Denias sudah berada di sekolah Darwin,Australia.

Dari film ini,saya banyak dapat pelajaran.Bahwa kita harus mempunyai keyakinan untuk memulai sesuatu.Dan seorang anak papua saja bisa mencapai yang dia inginkan kenapa kita sendiri tidak bisa.Saya masih percaya dengan kalimat "when theres a will,there is away".
Film ini akan selalu memotivasi saya untuk selalu berusaha dan memiliki keyakinan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS